Entah apa yang dipikirkannya sehingga dia mencamtumkan di setiap buku yang ditulisnya dengan nama itu. Mungkin ada kesan tersendiri di hatinya.
Karya-karyanya menginspirasi banyak orang. Walaupun tokoh utamanya hampir sama karakternya, namun entahlah. Jika kau sudah membaca beberapa karyanya kau tidak akan bosan. Seorang pemuda. Yang dari keluarga tidak mampu. Namun penuh dengan prestasi. Sukses sampai ke luar negeri. Mendirikan kelas mendongeng. Ya. Cerita itu hampir ada di setiap karya-karyanya. Mungkin justru itulah yang menjadi khas dari dirinya. Mungkin itulah yang dirindukan setiap penggemarnya. Mungkin itulah sentuhan ajaib yang dimilikinya.
Hafalan Sholat Delisa. Satu karya fenomenal yang membuat nama Tere-Liye membumbung tinggi. Sebuah kisah nyata tentang seorang anak kecil korban tsunami yang selamat walaupun bencana itu telah merenggut kaki kanannya. Dan dia benar-benar mengemas kisah nyata itu dengan begitu indah dan berhasil memikat pembacanya. Terbukti sampai sekarang novel itu terus dicetak ulang.
Karya-karyanya yang lain pun tak kalah menarik. Masing-masing karyanya tetap punya kesan tersendiri. Moga Bunda Disayang Allah. Bidadari-Bidadari Syurga. Dan Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin. Begitu juga dengan karya-karyanya yang lain yang tentunya masih banyak lagi yang lain.
Akhir-akhir ini baru saja terselesaikan empat serial. Terlihat di sini langkah yang cukup cerdas dengan diterbitkannya Serial Anak Mamak itu. Bukan tetralogi, trilogi, atau dwilogi yang sedang popular sekarang. Namun sebuah serial. Begitu dia mengatakan di bagian belakang bukunya. Pembaca yang kebanyakan pemuda pun akan tertarik dengan novel yang ringan namun sarat makna itu. Empat serial yang sebenarnya sama. Namun hanya sudut pandangnya saja yang berbeda. Dan sudut pandang yang berbeda itulah yang membuat serial itu menarik. Kejadian-kejadian yang ada diceritakan pun juga berbeda. Seperti kita kalau bercerita kepada orang lain. Walaupun kita mengalaminya selalu bersama dengan seseorang, namun seseorang itu kalau ingin menceritakannya kepada orang lain tentu berbeda. Karena setiap orang punya kesannya sendiri terhadap suatu kejadian. Dan yang akan diceritakannya pun akan berbeda. Seperti itulah serial yang dimaksudkan Tere-Liye.
Seorang pemuda. Yang dari keluarga tidak mampu. Namun penuh dengan prestasi. Sukses sampai ke luar negeri. Mendirikan kelas mendongeng. Ya. Cerita itu hampir ada di setiap karya-karyanya. Realistis? Entahlah. Di satu sisi, itu memotivasi pembacanya. Bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Jika kita punya kemauan kuat, apapun bisa dilakukan dengan kehendakNya.
Namun di sisi lain, hal itu hampir mustahil dilakukan. Ceritanya tidak realistis. Sepertinya dengan mudah tokoh yang diceritakannya mengusahakan kesuksesan itu. Memang dia menonjolkan ceritanya bukan pada lika-liku kehidupan yang dijalaninya untuk menjemput kesuksesan, namun pada konflik tentang perasaan. Tentang cinta. Tentang hati. Mungkin satu lagi hal yang dirindukan penggemar-penggemarnya.
Tokoh-tokoh di dalamnya seakan semua seorang penyair. Kata-katanya indah. Mungkin memang disesuaikan dengan aliran yang diambilnya. Dan semoga kreativitasnya terus berkembang. Agar karya-karyanya semakin memukau. Dan semoga dia tidak tenggelam dalam kegelimangan seorang penulis terkenal dan akhirnya hanya nama penalah senjatanya. Dan semoga kesan-kesan yang kita dapat tetap semakin meneguhkan cinta kita kepadaNya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar